mafia39 The Wolf of Wall Street

mafia39 The Wolf of Wall Street

Kisah “The Wolf of Wall Street” – Ketika Keserakahan Menggoda

Dalam dunia keuangan, perdagangan berjangka, dan komoditas, nama Jordan Belfort bukanlah nama yang asing. Ia adalah sosok yang pernah menjadi bagian dari dunia saham, mengendalikan pasar saham, dan memimpin sebuah “boiler room” yang akhirnya mengantarnya ke dalam penjara selama 22 bulan. Meski memiliki sejarah kontroversial, tak dapat dipungkiri bahwa Jordan adalah legenda dalam dunia penjualan saham. Film “The Wolf of Wall Street” memperlihatkan perjalanan dan kepandaiannya dalam berbicara, mengambil inspirasi dari buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Jordan Belfort sendiri. Mari kita saksikan kisahnya.

Jordan Belfort (diperankan oleh Leonardo DiCaprio) memulai karirnya di sebuah perusahaan pialang saham Wall Street pada tahun 1987. Ia awalnya terpukau dengan dunia yang baru ia masuki, dan segera mendapatkan arahan dari atasannya, Mark Hanna (diperankan oleh Matthew McConaughey). Mark Hanna adalah orang yang pertama kali memperkenalkan Jordan pada narkoba, memanfaatkannya untuk menjaga tingkat konsentrasi dan mood kerjanya. Selain itu, Hanna juga memperkenalkan Jordan pada gaya hidup mewah dan wanita malam, yang kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Setelah beberapa waktu bekerja di Wall Street, Jordan menjadi seorang pialang berpengalaman yang mampu menghasilkan uang dalam jumlah besar. Namun, kejatuhan pasar saham yang dikenal sebagai “The Black Monday” mengakibatkan kerugian besar. Jordan dipecat, tetapi dengan pengalaman dan keterampilannya, ia segera mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan pialang saham yang lebih kecil. Jordan dengan cepat menjadi seorang penjual sukses dan menjadi panutan bagi rekan-rekannya di perusahaan tersebut.

Jordan menyadari bakatnya dalam menjual saham kepada investor dan mendapatkan komisi besar. Ia bertemu dengan Donnie Azoff (diperankan oleh Jonah Hill), yang ternyata adalah tetangganya. Donnie tertarik pada kesuksesan Jordan dan memintanya untuk menjadi mentornya. Keduanya mulai berteman, berbagi ambisi untuk menjadi kaya, dan akhirnya memutuskan untuk mendirikan perusahaan pialang saham mereka sendiri, Stratton Oakmont.

Mereka membentuk tim penjualan yang melibatkan sejumlah anggota, yang secara manipulatif dan seringkali ilegal menjual saham untuk mendapatkan keuntungan besar. Jordan melatih timnya dengan keterampilan berbicara yang mengesankan, dan Stratton Oakmont berkembang pesat menjadi perusahaan saham besar.

Namun, kesuksesan Jordan dan Donnie membawa mereka ke dalam gaya hidup yang mewah dan hedonistik. Pesta mewah, kecanduan narkoba, hubungan selingkuh, dan pengeluaran berlebihan menjadi bagian dari hidup sehari-hari mereka. Jordan berkenalan dengan Naomi (diperankan oleh Margot Robbie), seorang wanita cantik, dan terlibat dalam hubungan selingkuh. Ini memicu konflik dengan istrinya dan mengarah pada perceraian mereka.

Selama masa kemewahannya, Stratton Oakmont mulai menarik perhatian FBI dan SEC karena aktivitas ilegalnya. Jordan dan rekan-rekannya berusaha menghindari pengungkapan, tetapi penyelidikan semakin memanas. Konflik muncul di antara mereka, terutama karena risiko hukum yang semakin besar. Jordan berusaha menyelesaikan masalahnya dengan bantuan pengacara dan rekening bank di luar negeri, tetapi akhirnya ia ditangkap.

Dalam pengadilan, Jordan berusaha bekerja sama dengan otoritas untuk mengungkap praktik ilegal di Wall Street. Setelah menjalani hukuman penjara, ia memulai kembali hidupnya dan berbagi pengalaman serta pelajaran yang didapatnya. “The Wolf of Wall Street” tidak hanya menggambarkan sisi cerah, tetapi juga gelap dari kehidupan Jordan Belfort dan bagaimana keserakahan, kekayaan, dan hedonisme dapat merusak individu dan hubungan mereka dengan orang-orang terdekat.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights