mafia39 American Gangster

mafia39 American Gangster

“American Gangster” adalah sebuah film berdasarkan kisah nyata yang mengambil latar belakang Harlem pada tahun 1960-an, di mana kehidupan dipengaruhi oleh aktivitas gangster dan mafia, serta peredaran narkoba yang meluas.

Dua Sisi: Frank Lucas dan Richie Roberts Di tengah suasana Harlem yang penuh gangsterisme, ada Bumpy Johnson, seorang bos gangster berkulit hitam yang disegani di wilayah tersebut. Salah satu orang yang bekerja erat dengannya adalah Frank Lucas, seorang pengawal pribadi. Setelah kematian Bumpy, Frank mengambil alih semua urusan bisnisnya.

Di sisi lain, ada Detektif Richie Roberts, seorang polisi yang sangat jujur dan idealis. Richie menemukan tas berisi satu juta dolar dalam uang tunai dan memilih untuk melaporkannya, bahkan tanpa mengambil sepeser pun sebagai imbalan. Tindakan ini membuatnya dianggap munafik oleh rekan-rekannya dalam kepolisian.

Kesuksesan Awal Frank dan Permasalahan Richie Frank memutuskan untuk memulai bisnis narkoba sendiri. Dia melakukan perjalanan ke Thailand untuk mendapatkan langsung pasokan narkoba berkualitas tinggi dari sumbernya. Frank membeli produk ini tanpa perantara dan membawanya ke Amerika. Produk tersebut diberi nama “Blue Magic” dan menjadi sangat populer di kalangan pengguna narkoba.

Sementara itu, Richie, yang sebenarnya sedang menjalani sekolah hukum, mendapat tugas untuk membentuk tim penyelidik yang akan mengungkap peredaran narkoba di New York. Richie percaya bahwa banyak petugas DEA dan polisi lain yang terlibat dalam jaringan narkoba ini.

Kemajuan Frank dan Peran Baru Richie Frank melanjutkan bisnisnya dengan sukses yang besar. Dia memonopoli bisnis narkoba di wilayah tersebut karena dapat menawarkan produk berkualitas tinggi tanpa perantara. Ketenarannya tumbuh dengan cepat.

Sementara itu, Richie dan timnya terus melakukan penyelidikan terhadap jaringan narkoba di New York. Mereka menemukan bahwa banyak aparat keamanan yang terlibat dalam sindikat tersebut, termasuk polisi seperti Nick Trupo, yang menggunakan narkoba dari penangkapan mereka untuk tujuan pribadi.

Konflik Antara Frank dan Trupo Frank mendapat tekanan dari berbagai pihak, termasuk mafia. Dominic Cattano, seorang anggota mafia, menarik perhatian Frank dan berbicara dengannya dalam sebuah pertemuan makan malam. Cattano menyatakan bahwa Frank adalah satu-satunya orang berkulit hitam yang mendapatkan pengakuan di dunia mafia.

Sementara itu, Nick Trupo mulai mengintimidasi Frank. Trupo ingin mendapatkan sebagian dari keuntungan Frank. Selain itu, Frank menemukan bahwa pesaingnya, Nicky Barnes, telah mencampuradukkan produk narkoba Frank dengan produk yang kualitasnya lebih rendah, menyebabkan kerugian besar.

Kehancuran Frank Frank mulai merasa tertekan. Ia melanggar prinsip-prinsipnya sendiri dan menjadi mencolok dalam penampilannya. Ini menarik perhatian Richie dan timnya. Mereka mengumpulkan bukti yang cukup untuk menangkap Frank. Ketika mereka menangkap Frank, ia menyerah tanpa memberikan perlawanan.

Kesepakatan Richie dan Frank Dalam tahanan, Richie menawarkan kerja sama pada Frank. Richie ingin Frank membantu mengungkap seluruh jaringan narkoba di New York. Dalam pertukaran kerja sama ini, Richie menawarkan keringanan hukuman dan menjaga keselamatan keluarga Frank.

Frank dan Richie bekerja sama untuk mengungkap seluruh sindikat narkoba di wilayah tersebut. Mereka berhasil mengungkap keterlibatan banyak petugas DEA dan polisi dalam sindikat tersebut. Akhirnya, Frank mendapat keringanan hukuman.

Bertahun-tahun kemudian, Richie menyambut Frank yang bebas dan memenuhi janjinya. Mereka berjalan bersama melalui Harlem yang telah banyak berubah, menandai akhir dari era Frank sebagai penguasa narkoba Harlem.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights